Friday, May 30, 2014


Al-quran sebagi landasan Sains
oleh: Ahmad Soim

Assalamualaikum wr. wb.
Alhamdulillah,Alhamdulallahilladzi anzalalquran hudallinnnasi wabaiyinatimminalhuda wal furqon, assholatu wasalamu ‘ala asrofilanam wa’ala alihi ashabil kirom..
žcÎ) Îû È,ù=yz ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur É#»n=ÏF÷z$#ur È@øŠ©9$# Í$pk¨]9$#ur ;M»tƒUy Í<'rT[{ É=»t6ø9F{$# ÇÊÒÉÈ  
اما بعد
Kepada Yth.
Dewan juri
Hadirin sekalian saintis-saintis muda penerus bangsa yang berbahagia.
Ketika kita melihat alam raya terhampar didepan mata kita dan ketika kita mendongakkan wajah kita di langit, bagaimana matahari secara teratur muncul di ufuk timur dan ketika sore hari tenggelam dalam cakrawala barat. Mengapa semua ini  begitu teratur? Memang dalam ilmu pengetahuan kemudian menjelaskan tentang gaya tarik menarik bumi, pergerakan bumi mengelilingi matahari dan perputaran bumi pada porosnya, sehingga menyebabkan matahari seolah dari sudut pandang demikian,selalu terbit pagi hari di ufuk timur dan tenggelam pada sore hari di horison barat. Tapi, bukankah keterangan ilmu pengetahuan hanya sebuah logika berpikir manusia untuk menjelaskan aturan alam itu? Lalu pertannyaan besarnya adalah, apa yang membuat semua itu teratur,atau siapa yang menciptakan keteraturan itu? Dalam ilmu kemaarifan jawa dikenal dengan istilah Eling Sangkan Paraning Dumadi. Sebuah ungkapan yang dapat dimaknai dengan pengertian agar kita sadar dan dapat melihat merasakan ada sesuatu yang besar di luar sana yaitu Allah tuhan sang pencipta semesta alam ini. Terlebih dalam agama islam seperti ayat diatas yang artinya:
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal “

Pada kesempatan kali ini saya akan membawakan pidato yang berjudul Al-quran sebagai landasan Sains.
Albert Einstein, seorang ilmuan terbesar abad ke-20 menyatakan, “Religion without science is lame and science without relegion is blind”, agama tanpa ilmu adalah pincang dan ilmu tanpa agama adalah buta. Kalimat ini menunjukkan bahwa, agama tidak hanya mendorong studi ilmiah, tapi juga menjadikan riset ilmiah yang konklusif dan tepat guna, karena didukung oleh kebenaran yang diungkapkan melalui agama. Alasannya adalah, karena agama merupakan sumber tunggal yang menjadikan jawaban pasti dan akurat.
Setiap agama di dunia ini memiliki kitab suci, orang hindu memiliki kitab yang namanya  Weda , orang budha punya yang namanya tripitaka agama,konhucu mempunya kitab taotehking  dan orang majus memiliki kitab zenafesta. Sementara kita orang islam mempunyai kitab Alquran. Satu setengah abad tahun yang lalu Alquran telahh mnyuruh kita untuk membaca
ù&tø%$# ÉOó$$Î/ y7În/u Ï%©!$# t,n=y{ ÇÊÈ
Iqra’ atau perintah membaca adalah kata pertama dari wahyu pertama yang diterima oleh Nabi. Kata ini sedemikian pentingnya sehinggga diulang dua kali dalam rangkaian wahyu pertama. Bacalah al-Qur’an supaya hidup teratur, bacalah alam supaya lahir karya-karya luhur, dan baca diri kita agar hidup tidak takabur, sebab membaca dalam Islam harus dibarengi dengan serta diimbangi dengan :
بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
Dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan

HADIRIN RAHIMAKUMULLAH
Rapuhnya dunia sains juga terlihat dalam sejarah. Ketika tentara mongol menghacurkan kota bagdad, perpustakaan dimusnahkan, observatorium astronomi di remukkan, penguasa dan ilmuan dibantai, umat memalingkan pandangannya kearah lain, ajaran tasauf mendapat peringkat  yang besar dan mereka menjauhkan diri dari keduniaan, karena sains dan teknologi tidak dinikmati masyarakat. Coba bandingkan dengan kehancuran jerman pada perang dunia ke-2 karena sains dan teknologi sudah merakyat bangsa jerman cepat sekali bagkit kembali sebagai kekuatan dunia yang tidak bisa diabaikan. Lalu bagaimanakah dinamika keilmuan umat Islam saat ini? Data Badan Penelitian International menyebutkan, Israel yang notabene Yahudi dalam 1 juta penduduk memiliki 1600 pakar pengetahuan, Amerika yang notabene Nasrani dalam 1 juta penduduk memiliki 160 pakar pengetahuan. Sedangkan Indonesia yang notabene mayoritas muslim terbesar di dunia, dalam 1 juta penduduk hanya memilki 65 pakar yang muslimnya hanya 6 orang. Oleh karenanya, dalam bidang sains dan teknologi, kita masih jauh tertinggal oleh bangsa-bangsa lain Pusat teknologi dan informasi saat ini masih di kuasi oleh tangan-tangan zionis yang mana mereka siap menelanjangi dunia isalam dari segala penjuru. Maka ayolah saintis-saintis muda terus belajar dan jangan lupakan fondasinya yaitu Alquran.
Akan tetapi untuk dapat memahami dengan jelas dan benar terhadap  interpretasi dari firman-firman Allah di dalam al-Qur’an, yang menjelaskan tentang korelasi antara al-Qur’an dan ilmu pengetahuan, serta mengambil manfaat darinya untuk menjadikannya sebagai sumber ilmu pengetahuan, maka salah satu yang harus dilakukan adalah dengan dapat memahami al-Qur’an secara tekstual terlebih dahulu, yakni memahami al-Qur’an dari segi kebahasaan, dan bahasa al-Qur’an adalah bahasa Arab. Sebagaimana Allah berfirman di dalam al-Qur’an surat Thaha ayat 113 :
y7Ï9ºxx.ur çm»oYø9tRr& $ºR#uäöè% $|Î/ttã $oYøù§Ž|Àur ÏmÏù z`ÏB ÏÏãuqø9$# öNßg¯=yès9 tbqà)­Gtƒ ÷rr& ß^Ïøtä öNçlm; #[ø.ÏŒ ÇÊÊÌÈ
Artinya : “Dan demikianlah Kami menurunkan Al Qur’an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau (agar) Al Qur’an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka.” (QS. Thaha)
HADIRIN RAHIMAKUMULLAH
Di dalam kitab Jami’ al-Bayan ‘an Ta’wil al-Qur’an, Imam al-Thabari menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan firman Allah di atas adalah :
ما حذروا به من أمر الله وعقابه ووقائعه بالأمم قبلهم
Apa yang diperingatkan kepada mereka merupakan perintah Allah, hukuman-Nya, dan ketetapan-ketetapannya terhadap umat-umat sebelum mereka.”
Jika kita perhatikan secara sekasama, maka kita dapatkan bahwa ayat di atas menjadikan kehadiran al-Qur’an bagi umat manusia mengandung salah satu dari tujuan pokok :
1. Agar manusia bertakwa kepada Allah atau agar kitab suci tersebut menimbulkan niali-nilai ilmiah bagi mereka, sehingga mereka dapat terhindar dari siksa duniawi dan ukhrawi.
2. Menimbulkan pengajaran atau pendidikan bagi mereka yakni mengundang mereka untuk berpikir dan ingat sehingga pada akhirnya mengantar mereka bertkawa. Demikianlah menurut Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah.
Hadirin, memperhatikan penjelasan tersebut, maka jelaslah bahwa al-Qur’an benar-benar merupakan sumber ilmu pengetahuan, hal ini juga bisa dilihat dari ditemukannya kata-kata ilmu dalam berbagai bentuknya di dalam al-Qur’an yang terulang sebanyak 854 kali. Di samping itu, banyak pula ayat-ayat al-Qur’an yang menganjurkan untuk menggunakan akal pikiran, penalaran dan sebagainya. Untuk itu, tiada yang lebih baik dituntut  dari suatu kitab agama menyangkut bidang ilmu kecuali anjuran untuk berpikir, serta tidak menetapkan suatu ketetapan yang membatasainya menambah pengetahuan selama dan di mana saja ia kehendaki. Disebutkan jugadalam kitab ikhyak ulumuddin karangan imam gozali menjelaskan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu  yang membuat kita lebih mendekatkan diri serta memantabkan iman kita kepada Allah SWT.
Sekian yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat banyak kekurangan mohon maaf
Wassalamu’alaikum wr wb

semoga bermanfaat :)
*Tips gunakan improvisasi ketika berpidato dan jangan dihapalkan tapi pahami, gunakan mimik wajah dan jangan terlalu lebay..

Reactions:

2 comments:

Anonymous said...

Matur suwun. amit copas ngge, kangge bahan lomba.

ahmad soim said...

oh njeh sumoggo kang